Laman

Jumat, 08 November 2013

Lebanon tak akan berdiam diri hadapi alat pengintai Israel

Beirut (ANTARA News) - Penjabat Menteri Pertahanan Lebanon Fayez Ghosn menegaskan negaranya tidak akan berdiam diri terhadap perangkat pengintai Israel di sepanjang perbatasan mereka.

Di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor medianya, Ghosn mengatakan, "Lebanon tak akan berdiam diri dan mengikuti masalah kegiatan mata-mata di tingkat tertinggi."

Ia menegaskan Angkatan Darat Lebanon akan meningkatkan konsultasi dan kontaknya dengan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) untuk "mengungkap fakta mengenai peralatan mata-mata Israel" di Lebanon Selatan.

Ia menyatakan informasi intelijen mengenai stasiun mata-mata Israel di sepanjang perbatasan adalah bukti mengenai tindakan terus-menerus musuh untuk membuat lemah Lebanon, demikian laporan Xinhua.

Menteri Lebanon itu pun menyeru masyarakat internasional untuk bertindak cepat guna menghentikan pelanggaran terus-menerus Israel terhadap wilayah darat, udara dan perairan Lebanon.

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri pada Rabu mengungkapkan Israel telah mendirikan sejumlah stasiun pengintai di sepanjang perbatasan, "mulai dari jalan lintas An-Naqoura sampai Khiyam, sepanjang jalan menuju Shebaa".

Stasiun mata-mata terbesar diduga didirikan di Daerah Al-Abbad dan Jal Al-Alam, yang berada di dekat garis demarkasi PBB, Jalur Biru.

(C003)


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar