Laman

Rabu, 06 November 2013

Tahun Baru Islam bisa lebih populer dari tahun masehi

Jakarta (ANTARA News) - Penulis Muhammad Assad berharap media di Indonesia memiliki peran besar dalam dalam mensosialisasikan hari-hari besar sesuai kalender Islam, termasuk Tahun Baru Islam.

"Sangat disayangkan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim lebih mengenal tahun baru masehi dibandingkan tahun baru Islam," ujarnya di Jakarta, Selasa.

Dia menilai, bila media di Indonesia mensosialisasikan tahun baru Islam 1 Muharram 1435 Hijriah sama seperti menyambut tahun baru masehi tentu masyarakat muslim dapat lebih mengetahui hari besar Islam.

"Akhirnya masyarakat jadi tahunya libur doang, hari kejepit. Media punya peran untuk memberi informasi tentang hal-hal seperti ini, apa pentingnya tahun baru Islam," lanjut penulis "Notes From Qatar" itu.

Dia optimistis bila media mengambil peran besar dalam sosialisasi, penanggalan hijriah bisa jadi tidak kalah populer dari penanggalan masehi. Dia mengambil contoh hijab yang akhir-akhir ini semakin marak, termasuk dari segi fashion.

"Kalau kita lihat, hijab dulu tidak terlalu populer. Tapi dalam satu-dua tahun peran media sangat signifikan sehingga bikin awareness di masyarakat," papar penulis "99 Hijab Stories" yang kini dimunculkan dalam bentuk acara televisi "Hijab Stories".

Lebih lanjut, Assad berpendapat tahun baru Islam sebaiknya dijadikan momentum untuk melakukan gerakan positif yang membuat umat menjadi lebih baik.

"Tapi yang paling penting itu action, harus bisa berbuat. Bukan hanya bermimpi, tapi juga lakukan."


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar