Laman

Rabu, 12 September 2012

Masalah dan Masalah


Orang yang memandang kamu hanya dari tampang, ketenaran, kaya, atau bahkan kepintaran kamu bukan kawan namanya. Hanya numpang terkenal lewat nama kamu saja. Atau lebih parah dikatakan sebagai musuh dalam selimut. Engg…semua kata-kata itu tidak bisa dikatakan salah karena memang seperti itulah yang terjadi. Tapi bagaimana kalau hal itu terjadi pada diriku? Jujur saja, aku tidak mau memikirkannya. Tidak mau memusingkan perkara yang memang sulit yang menerpaku saat ini. Rasanya inginkan punya sayap dan terbang menjauh dari semua masalah.

Namun, bukan hidup namanya kalau gak ada masalah. Masalah bisa terjadi disekitar kamu dan masalahlah yang mendewasakan kita. Terimakasih masalah! Aku tau kamu sangat tertarik terhadapku, tapi bisakah untuk saat ini kamu menjauh sebentar dari kehidupanku. Menyingkirlah jauh-jauh kalau kamu tidak mengerti kata-kataku yang tadi! Masalah terus saja hilir-mudik dihadapanku. Aku muak dengan semua ini. Aku muak dengan kamu masalah. Mengertikah?

Aku menginginkan ketenangan. Kebebasan. Aku tidak ingin terbelenggu dengan semua rantai-rantai besi yang kau ikatkan pada setiap urat sendi tulangku. Aku menginginkan kau pergi, dan biarkan aku mendapatkan ketenangan. Aku tidak ingin terganggu dengan semua dengungan lebah yang kau bawa masuk melewati telinga. Aku berharap takkan ada setan merah yang masuk melalui setiap sel otak yang ada. Aku hanya inginkan putih pada setiap helaan nafas yang tersisa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar