Laman

Tampilkan postingan dengan label pupuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pupuk. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Stok pupuk dilipatgandakan bulan ini

Jakarta (ANTARA News) - Stok pupuk bersubsidi dilipatgandakan pada musim tanam yang mundur November tahun ini hingga Maret 2013, guna memenuhi kebutuhan petani yang meningkat.

"Kami telah menyiapkan stok yang aman untuk menghadapi musim tanam Oktober 2013 - Maret 2014," kata Dirut PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Arifin Tasrif, di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan musim tanam tahun ini mundur dari Oktober menjadi November, sehingga diperkirakan permintaan pupuk terutama bersubsidi meningkatkan mulai bulan ini.

Untuk itu pihaknya telah meningkatkan stok di atas ketentuan Menteri Pertanian Nomor 69 Tahun 2012 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2013.

Ia mengatakan total posisi stok pupuk bersubsidi per 7 November 2013 mencapai 1,878 juta ton atau 428 persen dari ketentuan stok 332.158 ton.

Stok tersebut berada di lini I yaitu gudang pabrik sebesar 459.527 ton dan lini II/III yaitu gudang di provinsi dan kabupaten 1,42 juta ton.

Arifin mencontohkan ketentuan stok urea sesuai Permentan tersebut, pada November hanya 131.538 ton, namun posisi stok pupuk urea mencapai 690.910 ton di lini II/III yang siap distribusi hingga lini IV yaitu tingkat gudang di kecamatan dan kios pengecer.

Demikian pula stok pupuk majemuk NPK yang mencapai 339.822 ton, sementara ketentuan stok berdasarkan Permentan hanya 93.600.

Pupuk bersubsidi lainnya yaitu SP-36, ZA, dan pupuk organik, juga di atas ketentuan stok.

"Rata-rata stok pupuk bersubsidi di atas 200 persen dari ketentuan stok," kata Arifin.

Stok pupuk SP-36 mencapai 128.230 ton di gudang provinsi/kabupaten, dengan ketentuan stok hanya 32.919 ton, sementara stok ZA 166.465 ton dari ketentuan stok 39.001 ton, dan stok pupuk organik 94.599 ton dari ketentuan stok 35.100 ton.

Dirut PT Pupuk Kujang Cikampek Bambang Tjahjono mengaku mengawasi sangat ketat untuk mengantisipasi kebocoran atau penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi, khususnya di Jawa Barat yang menjadi tanggung jawabnya.

"Kantongnya dibuat khusus, ada nama distributornya, sehingga kalau ada penyelewengan diketahui sumbernya," ujar Bambang.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menilai ketersediaan pupuk bersubsidi untuk menghadapi musim tanam Oktober 2013-Maret 2014 relatif aman.

"Yang mengkhawatirkan justru pengadaan di benih, karena keberhasilan panen bukan hanya pada ketersediaan pupuk tapi juga benih," katanya.

Dia mendukung rencana Kementerian BUMN menggabungkan BUMN yang mengelola benih dengan PIHC sehingga terintegrasi tanggung jawab pengadaan bibit dan pupuk dalam satu induk perusahaan.


View the original article here

Jumat, 08 November 2013

Pemerintah utang bayar subsidi pupuk Rp12 triliun

Nusa Dua (ANTARA News) - Pemerintah masih mengutang sisa pembayaran subsidi pupuk sebesar Rp12 triliun kepada PT Pupuk Indonesia yang menjadi induk perusahaan lima BUMN pupuk.

"Anggaran subsidi pupuk tahun 2014 memang mencapai sekitar Rp21 triliun, namun yang murni untuk subsidi pupuk tahun itu adalah Rp18 triliun. Sisanya Rp3 triliun untuk (pembayaran) subsidi pupuk yang sebelumnya," kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan, di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Di sela-sela konferensi Asosiasi Produsen Pupuk Internasional (IFA), Rusman yang juga Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia, mengakui piutang sebesar Rp12 triliun itu mengganggu langkah BUMN pupuk untuk melakukan pengembangan bisnis mereka.

"Mestinya (piutang) itu bisa untuk membayar bunga bank, memperkuat modal kerja, dan menambah investasi. Itu kurang baik," katanya.

Ancaman tambahan piutang diperkirakan masih akan terjadi tahun 2014, karena pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sama dengan tahun 2013 sebesar Rp18 triliun.

Padahal, kata dia, biaya bahan baku dan depresiasi rupiah menyebabkan harga pokok produksi naik tahun 2014. Dampaknya, volume pupuk bersubsidi akan turun tahun depan dibandingkan tahun 2013 sebanyak 9,5 juta ton.

"Tahun depan itu kan tahun politik, maka akan tidak nyaman bagi semua partai politik kalau volume subsidi pupuk berkurang," kata Rusman.

Oleh karena itu, meski belum diputuskan, pihak Kementerian Pertanian, kata dia, lebih memilih nilai subsidi pupuk naik untuk menjaga pasokan pupuk petani aman.

"Konsekuensinya akan tunda bayar (subsidi pupuk) bertambah. Jadi utang pemerintah bertambah terus," ujar Rusman.

Dirut BUMN pupuk PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman memperkirakan dengan nilai subsidi sebesar Rp18 triliun tahun 2014, maka volume pupuk bersubsidi hanya sekitar 7,7 juta ton atau turun dari tahun ini sebesar 9,5 juta ton.


View the original article here