Laman

Kamis, 15 Agustus 2013

Mitos: Kanker Payudara Tak Bisa Dicegah

(c) shutterstock
Vemale.com - Ladies, sebagai wanita, kita tentunya pernah membahas tentang kesehatan dengan teman sebaya ya. Mungkin kanker payudara adalah salah satu dari sekian banyak topik kesehatan yang menarik untuk dibahas.
Nah, pernahkah mendengar pernyataan kalau kanker payudara tidak bisa dicegah? Ya, beberapa orang memang meyakini hal ini. Kalau memang menderita kanker payudara, pasti akan datang saatnya. Dan ini tidak bisa dicegah. Benarkah?
Cancer.org menyatakan bahwa pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Memang, ada beberapa faktor penentu kanker payudara yang tidak bisa kita kontrol. Seperti misalnya faktor genetik, silsilah keluarga, dan juga usia ketika kita mengalami menstruasi pertama kali, serta menopose.
Namun, satu hal yang harus diingat adalah, ada faktor-faktor lainnya yang bisa kita kontrol. Seperti misalnya dengan cara mengontrol berat badan agar tidak terjadi obesitas. Seperti yang kita tahu, bahwa obesitas adalah salah satu pemicu kanker payudara.
Lantas, bagaimana nih cara mencegah terjadinya obesitas?
Bisa dengan cara mengontrol makanan sehari-hari yang ada di daftar menu kita. Yuk atur ulang list makanannya. Agar tidak terlalu banyak makanan yang berlemak.
Nah, berikutnya yaitu aktivitas tubuh yang juga bisa kita kontrol. Sebuah penelitian membuktikan bahwa rata-rata, wanita yang aktif akan memiliki risiko yang lebih rendah sebesar 25% daripada mereka yang hanya melakukan aktivitas yang sedikit.
Yuk, mulai sekarang, lebih hati-hati lagi ya ketika mendengar mitos!
Oleh: Septia Ningrum
(vem/tyn)

Perubahan Kecil pada Payudara, Jangan Remehkan

(c)shutterstock
Vemale.com - Sudah bukan rahasia lagi kalau sebenarnya wanita sangat takut dengan proses screening kanker payudara. Ya, apalagi kalau bukan takut diagnosa menunjukkan positif mengidap kanker payudara.

Parahnya, penolakan ini bukan hanya terjadi ketika disarankan untuk menjalani screening, tetapi juga kerena ketika ada perubahan-perubahan yang ada pada payudara. Misalkan ada benjolan? Mungkin kebanyakan memilih untuk cuek, dan mencoba untuk tidak mempedulikannya.

Nah, inilah tindakan yang tidak seharusnya Ladies lakukan. Perubahan sekecil apapun harus diwaspadai ya. Jangan sampai kita meremehkan hal-hal kecil yang bisa saja berakibat fatal.

Cancer.about.com merinci beberapa hal yang seringkali diremehkan oleh wanita. Apa sajakah itu?

Salah satunya yaitu ketika Ladies merasakan payudara lebih hangat ketika disentuh. Ya, memang kalau dalam kondisi yang normal, suhu pada payudara akan sama dengan suhu badan.

Namun, ketika kanker menyerang, payudara akan lebih terasa hangat. Bahkan, pada beberapa penderita, payudara sampai terasa panas ketika disentuh. Nah, pernahkah Ladies mengalaminya?

Ini juga bisa merupakan salah satu tanda yang mungkin kedengarannya sangat sepele, namun bisa berakibat fatal.

Tanda yang lainnya yaitu ketika payudara terasa gatal-gatal. Tidak hanya pada bagian payudara saja yang mungkin terasa gatal, namun juga bagian puting.

Nah, itulah beberapa tanda yang mungkin saja terjadi pada Ladies, namun belum disadari kalau itu sebenarnya adalah tanda-tanda kanker payudara. Yuk, Ladies, lebih bijak lagi ya.

Oleh: Septia Ningrum
(vem/sfg)

Gejala-gejala Kanker Payudara yang Sudah Serius

(c) shutterstock
Vemale.com - Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang banyak diderita oleh para wanita. Sebuah seurvey melaporkan bahwa 1 dari 8 wanita terkena penyakit kanker jenis ini. Kanker ini muncul karena adanya sel-sel dalam payudara anda yang terkontaminasi oleh sel-sel kanker.
Sebenarnya, tidak hanya wanita saja yang bisa terkena penyakit kanker jenis ini. Kaum pria sebenarnya juga mempunyai kemungkinan untuk dapat mengidap penyakit yang satu ini. Meskipun kemungkinannya 1:1000, kemungkinan ini tetaplah kemungkinan yang tidak bisa dilupakan begitu saja.
Oleh karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan kapan saja, anda semua harus waspada dan lebih memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anda. Anda tidak akan langsung divonis menderita kanker payudara stadium 3, jika sebelumnya tidak ada tanda-tandanya terlebih dulu.
Seperti yang dikemukakan dalam health.nytimes.com, terdapat beberapa gejala yang mensinyalisir bahwa anda sedang mengidap penyakit kanker payudara ini dalam tahap yang serius. Gejala-gejala tersebut adalah adanya rasa sakit pada tulang anda, anda merasakan ketidaknyamanan pada payudara anda, adanya borok pada kulit anda, pembengkakan pada ketiak yang dekat dengan payudara yang terkena kanker, dan menurunnya berat badan anda secara drastis.
Jika anda merasakan bahwa ada gejala-gejala ini pada tubuh anda, anda dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter anda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah anda benar-benar menderita kanker jenis ini atau tidak.

10 Fakta Mengerikan Tentang Kanker Serviks

(c) shutterstock
Vemale.com - Ladies, Anda pasti sudah sering mendengar tentang penyakit mematikan satu ini. Ya, kanker serviks adalah salah satu pembunuh utama bagi wanita. Oleh karena itu, Anda harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan bagian kewanitaan Anda ya, Ladies.
Berikut ini akan diberikan beberapa fakta yang cukup mengerikan tentang kanker serviks untuk menambah wawasan Anda tentang penyakit tersebut yang dilansir dari situs health24.com.
1. Di Afrika Selatan, wanita yang meninggal karena kanker serviks lebih banyak daripada wanita yang meninggal karena kanker lain lho, Ladies.
2. Fakta lain menunjukkan bahwa dalam dua menit satu orang wanita di dunia meninggal karena kanker yang satu ini.
3. Kembali lagi ke Afrika Selatan, Ladies. Di sana, terdapat 6700 orang wanita menderita dan 3700 wanita meninggal karena kanker serviks.
4. Selain itu, rata-rata peluang seorang wanita mengalami kanker serviks di sana adalah satu banding 31. Wah, angka yang tidak bisa disepelekan ya, Ladies.
5. Ladies, ternyata penyebab utama dari penyakit wanita yang mematikan ini adalah sebuah virus yang bernama HPV atau human papillomavirus. Virus ini merupakan salah satu PMS atau penyakit seksual menular, Ladies. Anehnya, virus penyakit ini terdapat pada pria namun tidak menyerang mereka.
6. Fakta lainnya yaitu, sekitar 80% wanita yang aktif secara seksual memiliki risiko pada penyakit ini, Ladies, dan peluang tersebut akan meningkat seiring bertambahnya usia mereka.
7. Ladies, di antara penyakit yang lain, kanker merupakan penyakit yang sulit didiagnosa dan biasanya terlambat diketahui. Selain itu, penyakit ini merupakan penyakit yang kemungkinan sembuhnya kecil.
8. Fakta selanjutnya yaitu bahwa sekitar 20% wanita Afrika Selatan pernah mencoba pengobatan kanker serviks yang disebut Pap smear.
9. Kasus kanker serviks pada wanita di Afrika Selatan lebih banyak daripada di Western lho, Ladies. Selain itu, sebagian pengidapnya adalah remaja.
10. Fakta yang terakhir, ternyata hal-hal yang memperbesar risiko terjangkitnya kanker serviks adalah hubungan seks di usia dini, bergonta-ganti pasangan serta merokok, Ladies.
Nah, setelah mengetahui fakta-fakta yang cukup mengerikan tersebut, kini Anda sebaiknya lebih berhati-hati menjaga kesehatan Anda ya, Ladies, terukanker servikstama bagian kewanitaan Anda. Selain itu yang terpenting adalah hindari rokok karena rokok adalah penyebab segala macam penyakit, termasuk kanker serviks.

Bisa Baca Tulisan Ini Berarti Otak Kanan Kamu Baik

brain_function_hsfPerbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat, karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an, dari hasil penelitian Roger Sperry
Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, penalaran, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.
Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).
Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.
Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit mengembangkan otak kanan.
Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.
Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku sehari-hari, cara berpakaian, dengan mengisi kuisioner yang dirancang khusus atau dengan peralatan Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian otak mana yang paling aktif.
Tes Otak Kanan
Jika kamu bisa membaca kalimat di bawah ini, itu menandakan bahwa otak kanan kamu dapat berfungsi dengan baik:
P354N 1N1 11131118UK71K4N 841-1W4 074K K174 8154 1113L4KUK4N 1-14L Y6 LU412 81454 1113N4KJU8K4N! P4D4 4W4LNY4 7312454 5UK412 74P1 5373L41-1 54111P41 D1841215 1N1 P1K1124N K174 8154 111311184C4NY4 53C4124 0701114715 74NP4 8312P1K112 841-1W4 K174 111311184C4 4N6K4. 84N664L41-1! K4123N4 1-14NY4 0124N6-0124N6 731273NTU Y4N6 8154 111311184C4 P35AN 1N1. PL3453 F012W412D 1F U C4N 1234D 71-115.111355463

5 Mitos Tidur Yang Perlu Kamu Ketahui

tidurOlahraga malam-malam bisa membuat kamu susah tidur? Begadang seminggu bisa “dibayar lunas” di akhir pekan? Itu sih mitos! Ayo cari tahu kebenarannya di sini.
Tidur adalah jenis istirahat yang paling efektif untuk mengisi cadangan energi. Jika kebutuhan tidur tidak tercukupi, maka kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak juga akan ikut berkurang. Masalahnya, selama ini banyak beredar mitos tentang tidur yang kebenarannya simpang-siur. Ayo cari tahu jawabannya supaya kamu bisa menikmati waktu tidur yang berkualitas.
1. Tidak semua orang perlu tidur 8 jam sehari
Fakta: Penelitian memang menyatakan bahwa ada orang-orang yang hanya perlu tidur kurang dari 6 jam setiap harinya. Tapi, hal ini disebabkan oleh faktor genetik dan hanya dialami oleh kurang dari 1 % orang di seluruh dunia. Jadi, jangan terlalu cepat mengklaim bahwa kamu adalah salah satu di antaranya.
Tips: “Salah satu penanda bahwa kamu memang cuma perlu sedikit tidur adalah kamu selalu bangun pada jam yang sama setiap hari—entah itu di hari kerja maupun hari libur, tanpa alarm,” kata David Schulman, MD, pakar kesehatan dari Emory University, Amerika. “Jika tidak, maka sama seperti orang lain, kamu perlu tidur sekitar 7-8 jam per hari agar tetap sehat,” ujarnya.
2. Olahraga terlalu malam membuat kita susah tidur
Fakta: Ini tidak berlaku bagi semua orang. Bahkan, menurut Michael Perlis, PhD, direktur di University of Pennsylvania Behavioral Sleep Medicine Program, cukup banyak orang yang mengaku lebih mudah terlelap setelah rutin berolahraga menjelang tidur. Hal ini tentunya kabar baik bagi kamu yang hanya punya waktu di malam hari untuk berolahraga.
Tips: Berhubung setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap kebiasaan ini, cobalah lakukan dulu eksperimen selama beberapa hari untuk menentukan kecenderungan pola tidur kamu setelah berolahraga di malam hari.
3. Ketiduran ketika sedang meeting di sore hari itu normal
Fakta: Merasa tubuh agak lemas pada sore hari itu wajar saja. Tapi, tertidur di tengah-tengah presentasi itu bukanlah hal yang normal. Menurut William C. Dement, MD, PhD, peneliti dari Stanford University, ini pertanda kamu berada dalam kondisi terlalu lelah. Jika rasa kantuk berlangsung sepanjang hari, ada kemungkinan kamu sebenarnya kurang tidur. Tanda-tanda lainnya meliputi rasa lemas, mata terasa panas, mood tidak stabil, dan sulit berkonse0ntrasi.
Tips: Atur jadwal tidur harian kamu sesuai kebutuhan. Penuhilah kebutuhan tidur 8 jam sehari dengan cara bekerja lebih efektif—sehingga kamu tak perlu lembur dan memajukan jam tidur.
4. “Korupsi” waktu tidur sedikit saja bukanlah masalah besar
Fakta: Kehilangan jatah tidur 90 menit per hari bisa mengurangi kesigapan kamu hingga 32% keesokan harinya. Artinya, kurang tidur berpengaruh pula pada daya ingat, kemampuan berpikir, termasuk keselamatan kamu ketika mengemudi di jalan raya. Berdasarkan poling yang dilakukan The National Sleep Foundation di Amerika, ada sekitar 1,9 juta pengemudi yang sudah ataupun nyaris mengalami kecelakaan di sepanjang tahun 2009.
Tips: Hindari mengemudi jika malamnya kamu begadang. Jika mungkin, mintalah izin untuk tiba lebih siang agar kamu bisa tidur sejenak di pagi hari. Jika kantuk menyerang di siang hari, cobalah berlari naik-turun tangga untuk membuat mata kamu terjaga.
5. Kurang tidur bisa “dibayar lunas” di akhir pekan
Fakta: Secara teori, pernyataan ini memang benar. Tetapi, dalam kenyataannya, jarang sekali ada orang yang bisa betul-betul “membayar” waktu tidur di akhir pekan. Ada saja kesibukan lain yang menuntut untuk dikerjakan, mulai dari acara kumpul keluarga, kencan dengan pasangan, dan sebagainya. Seringkali terjadi, kamu malah menghabiskan akhir pekan dengan mata merah dan tatapan kosong.
Tips: Jangan terlalu sering memangkas waktu tidur di hari kerja dengan harapan kamu bisa menggantikannya di akhir pekan. Lebih baik kamu membayar waktu tidur secara langsung keesokan malamnya agar performa kerja tidak terganggu.

Cokelat Turunkan Risiko Kanker Usus

makan_coklat_abcSiapa yang bisa menahan godaan untuk menikmati gigitan lezat sepotong cokelat? Rasanya sepotong tak akan cukup. Makanan para Dewa ini memang disukai semua orang, terutama kaum Hawa. Tak hanya sekedar memanjakan lidah, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa cokelat dapat menunjang kesehatan, salah satunya sebagai penangkal kanker usus.
Penelitian terbaru ini dilakukan oleh tim dari Spanyol dan dipublikasikan dalam Molecular Nutrition & Food Researchbulan Januari lalu. Mereka menyimpulkan bahwa kakao (zat yang banyak terkandung dalam cokelat) mampu bertindak sebagai sistem pertahanan yang dapat menghentikan sel yang terlibat dalam proses proliferasi sel, yaitu proses yang menghasilkan pembentukan tumor.
Penelitian yang dilakukan oleh tikus dengan memberikan makan berupa kakao sebesar 12% menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pertahanan antioksidan dan penurunan kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh karsinogen (zat yang dapat mengakibatkan kanker), serta penurunan risiko kanker pada usus besar. Hal tersebut dikarenakan kakao kaya flavonoid dan bersifat antioksidan.
Sekalipun jarang terdengar gaungnya, menurut data World Health Organization, kanker usus merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia setelah kanker paru-paru, kanker perut dan kanker hati. Selain mencegah kanker usus, berdasarkan penelitian tahun lalu dalam British Medical Journal, cokelat juga mampu menurunkan risiko pembentukan kanker hati sebanyak 37%.